Background

Background

Silahkan klik beberapa gambar di bawah ini

  • image1
  • image2
  • image3
  • image4
  • image2
  • image1
  • image4
  • image3
Tampilkan postingan dengan label animasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label animasi. Tampilkan semua postingan






Pada tutorial kali ini gambar yang di animasikan adalah Header Blog ini hasil editan dengan menggunakan Photoshop dengan ukuran 525 x 120 pixel silakan kamu copy gambar diatas yang nantinya akan di gunakan pada tutorial ini. Untuk selanjutnya apabila sudah paham cara membuat header animasi silakan kamu masukan gambar header blog kamu dengan ukuran sesuai dengan yang kamu inginkan.




Langkah pertama jalankan program macromedia flash 8. Kemudian klik File>New.



Kemudian klik File>Save As, pilih Folder di komputer kamu kemudian masukan nama pada kolom file name dengan nama “Header” lalu klik tombol Save



Langkah selanjutnya adalah meng-Import gambar hasil editan kamu ke flas, Klik import>Import to stage



Kemudian pilih gambar yang akan di import, lalu klik Ok
Langkah-langkah Membuat Film Animasi 2 dimensi dengan Macromedia Flash

1. Membuat konsep dan Ide cerita -> sinopsis

2. Membuat Storyboard

3. Menggambar Karakter

4. Menggambar Latar belakang dan objek lain

5. Pewarnaan

6. Proses animasi

7. Penggabungan animasi

8. Pengsian suara

9. Konversi Animasi Flash (SWF) ke VCD



Berikut ini adalah penjelasan dari langkah-langkah di atas

1. Membuat konsep dan Ide cerita

• Tentukan tema cerita (bisa didapat dari kehidupan keseharian, cerita-cerita animasi yang sudah ada, komik, dsb)

• Contoh konsep cerita: hiburan, lingkungan hidup

Misal: Seekor nyamuk/lalat terbang dari tempat sampah yang kumuh yang tergenang, kemudian nyamuk terbang dan menuju sebuah rumah mewah yang semua dindingnya terbuat dari kaca. Nyamuk sial karena tidak bisa masuk menembus dinding kaca tersebut.

Pesan: Jagalah kebersihan di lingkunganmu karena bahaya demam berdarah mengancam tanpa memandang status sosial.

• Cara mencari ide cerita

Imajinasi Positif Andai aku bisa terbang seperti burung

Andai aku jadi presiden

Dll.

Imajinasi Negatif Andai aku bisa menghancurkan dunia

Andai aku bisa merampok bank

Dll.



2. Membuat Storyboard

• Mengapa perlu Storyboard?

a. jika film dikerjakan 1 tim, agar alur cerita bisa dipahami oleh anggota tim.

b. Agar kita tidak lupa dengan alur cerita yang sudah kita rencanakan (sebagai pedoman atau pengingat)

c. Untuk mempermudah pembacaan isi cerita secara visual (seperti komik)

• Seperti komik, storyboard umumnya terdiri dari beberapa adegan yang tersusun dan didalamnya terdapat:

a. bentuk (alur cerita)

b. bentuk adegan

c. bentuk klimaks (adegan yang paling memuncak dalam isi cerita)

d. bentuk dramatisasi (adegan yang berisi tentang adegan karakter tertentu yang berisi romantisme, lucu, teror, dan takut)

• Dalam pembuatan storyboard terdapat beberapa istilah khusus, seperti:

a. Kamera (pengambilan kamera untuk pembuatan film biasa atau animasi)

b. Bahasa-bahasa teks berita (menerangkan dialog yang harus diucapkan)

c. Bahasa Audio dan Special Effect (bahasa yang menerangkan letak suara yang harus ada dalam adegan tersebut dan efek khusus yang harus digunakan).

• Storyboard dapat dibuat dengan 2 cara:

a. Penggambaran cerita dalam bentuk strip (potongan-potongan gambar) sesuai perkiraan tampilan yang diharapkan di layar (seperti komik), disertai penjelasan lengkap mengenai cerita.

Contoh:



b. Membuat storyboard dengan simbol, (ditujukan bagi yang tidak bisa menggambar). Jadi bentuk storyboard bisa dibuat dengan simbol-simbol yang bisa dimengerti oleh orang lain. Contoh: penggambaran manusia dibuat dengan bentuk garis dan kepala bulat, atau bentuk simbol bahwa gambar dimaksud adalah manusia. Storyboard model ini harus diberi penjelasan maksud simbol tersebut.


• INTINYA storyboard tersebut bisa dimengerti oleh kita dan orang lain yang membacanya.



3. Menggambar Karakter

• Proses pembuatan karakter dimulai dengan:

a. Pengamatan secara langsung ke obyek

b. sketsa tangan dengan pensil/spidol/tinta

c. gambar discan

d. file gambar diimpor ke Macromedia Flash

e. gambar tersebut dijadikan panduan untuk digambar ulang menggunakan tools yang ada pada Flash (seperti: pencil tool)

• Pengeditan gambar karakter di Flash hendaknya dipisah-pisah perbagian yang akan digerakkan (misal: kepala, tangan, kaki, dsb)

• Gabungkan objek-objek yang terpisah tadi

• Karena dalam animasi diperlukan beberapa posisi, maka karakter yang dibuat hendaknya dibuat dalam beberapa posisi , seperti posisi tampak samping, tampak depan, tampak belakang, dsb.

• Untuk menggambar pada posisi berbeda, pecahkan kembali karakter yang telah dibuat sebelumnya, klik Modify > Break Apart (Ctrl+B). Lalu putar & geser sedikit objek dengan logika penampakan yg diinginkan.



4. Menggambar Latar belakang dan objek lain

• Sebuah animasi tidak akan bagus jika tidak diberi lingkungan. Lingkungan inilah yang memberi kesan animasi menjadi hidup.

• Menggambar latar belakang harus sesuai dengan jalan cerita yang sudah ditentukan sebelumnya dalam story board.

• Agar gerak tidak terlalu monoton. Gunakan imajinasi untuk menggambar background dalam berbagai sudut pandang.

• Untuk membuat background 3D kita bisa menggunakan bantuan 3dsmax, namun yang lebih mudah adalah Swift3D, karena lebih simple dan hasilnya dapat langsung diekspor dalam formaf shockwave flash (swf).



5. Pewarnaan

• Pada teori warna dikenal pembagian warna:

1. Warna Primer  warna dasar untuk menghasilkan warna-warna lain.

2. Warna Sekunder  gabungan dari 2 warna primer

3. Warna Tersier  gabungan dari 2 warna sekunder


• Kemudian ada intensitas warna, yaitu warna yang dipengaruhi oleh cahaya terang atau gelap terhadap suatu benda , dibagi menjadi 2 bagian:


1. Warna panas

2. Warna dingin
• Dengan penguasaan teori warna yang baik maka kita bisa untuk mewarna objek kita bisa memadukan beberapa warna yang serasi.


• Pewarnaan juga akan lebih optimal jika memperhatikan teknik pencahayaan (gelap-terang) sehingga warna objek lebih menarik.

• Untuk memudahkan pewarnaan karakter di Macromedia Flash, maka tahapannya sbb:

a. Objek karakter harus dipecah terlebih dahulu menjadi beberapa bagian, klik Modify > Break Apart (Ctrl+B)

b. Objek dijadikan symbol, Modify > Convert to Symbol (F8) > beri nama (misal: kepala) > pilih type symbol graphic > klik OK.

c. Beri warna pada objek. Objek dapat dilihat pada library (F11), untuk memudahkan pencarian masukkan kelompok objek dalam folder library.

d. Untuk menggabungkan kembali. Insert > New Symbol > beri nama objek gabungan (misal: nyamuk terbang) > pilih type movie clip > klik OK.

e. Seret objek yang sudah diwarnai (dari library ke stage). Sebaiknya tiap bagian objek/karakter diletakkan dalam layer yang berbeda)



6. Proses animasi

• Untuk melakukan animasi, kuasai dulu teknik penganimasian di Flash:

a. Tween Motion animasi gerak, posisi, & rotasi objek

b. Tween Shape  animasi modifikasi/perubahan bentuk objek

• Animasi dilakukan per karakter, per objek, dan latar belakang sesuai dengan jalan cerita.

• Untuk memudahkan, sebaiknya semua objek kita satukan terlebih dahulu.

• Agar lebih mudah animasi sebaiknya dilakukan per objek, bukan per karakter langsung. Misal untuk objek burung/nyamuk lakukan animasi perbagian (animasi sayap saja, animasi kepala saja, dsb) lalu disatukan dalam movie clip.

• Flash memungkinkan membuat movie clip yang mengandung banyak movie clip untuk memudahkan manajemen animasi menjadi lebih sederhana.
• Jika animasi dibuat hanya dalam 1 movie clip, maka proses penganimasiannya akan lebih sulit


• Agar gerak karakter lebih hidup kita dapat membaca artikel penganimasian dari buku Cartoon Animation by Preston Blair berupa gambar ekspresi gerakan mulut ketika mengucapkan kalimat atau kata-kata yang diterangkan dalam bentuk gambar ekspresi mulut per huruf.
7. Penggabungan animasi


• Penggabungan animasi berarti:

Menggabungkan beberapa animasi yang terdapat pada beberapa movie clip, yang di dalam movie clip tersebut juga terdapat beberapa movie clip. Setiap movie clip berisi adegan atau cutscene yang kemudian digabungkan dengan adegan lain sehingga menjadi sebuah animasi (cerita/film).

• Adegan-adegan yang terdiri dari beberapa movie clip dapat diletakkan dalam 1 scene saja (timeline utama) atau setiap pergantian adegan dimasukkan dalam scene baru. Caranya klik Insert > Scene.

• Secara default film akan memainkan animasi berurutan Scene 1 > Scene 2 > Scene 3 > dan seterusnya. Untuk mengubah urutan tersebut. Kita bisa mengaturnya dengan cara klik Window > Other Panels > Scene (Shift+F2). Pada jendela Scene kita bisa menggeser-geser urutan scene dari atas ke bawah atau sebaliknya.

• Kita juga bisa mengganti nama scene sesuai dengan keinginan kita dalam jendela Scene.

8. Pengisian suara


• Animasi akan lebih hidup jika ada suara yang mengiringi jalan cerita animasi tersebut.

• Suara untuk animasi dapat diperoleh dengan merekam sendiri atau mengedit file suara dengan software pengedit suara (audio editor).

• Kita juga bisa mendownload file suara yang kita inginkan dari internet seperti situs resource flash www.flashkit.com.

• Untuk mengedit suara software tambahan yang dapat digunakan antara lain: FruityLoops, Sound Forge, Cool Edit 2000, dsb.

• Format suara yang dapat dimasukkan ke dalam Flash antara lain wav dan mp3.

• Untuk memasukkan suara ke dalam Flash: klik Import > to Library. Pada file type aktifkan All Sound Formats (untuk menyeleksi yang tampil hanya semua file suara yang didukung flash). > klik OK

• Untuk memasukkan ke dalam timeline, cukup drag file suara ke dalam frame yang diinginkan.

• File suara tidak harus diletakkan di timeline utama, tapi cukup di movie clip yang ada di dalamnya. Suara akan ditampilkan pada saat dimainkannya movie clip tersebut.

• Pada window property akan muncul informasi mengenai suara yang digunakan:

Hati - Hati pilih film Animasi




-Tak semua cocok untuk anak



Ada pendapat keliru mengenai film animasi, atau yang lebih dikenal dengan sebutan film kartun,

Kebanyakan orang beranggapan kartun hanyalah tontonan anak - anak. Padahal tidak semua adegan

dan karakter tokoh animasi cocok dengan penonton anak - anak. Bahkan film animasi dengan

adegan porno pun kini beredar di pasar gelap VCD.



Beberapakarakter animasi dikhawatirkan bakal berpengaruh buruk bagi kejiwaan anak-anak

Misalnya tokoh Shinchna dalan serial Crayon Shinchan (Jepang) dan Bart Simpson dalam

The Simpson (Hollywood). Setelah diprotes banyak kalangan, jam tayang The Simpson digeser

ke pukul 21.00 saat penonton anak - anak dianggap sudah tidur. Dan, belakangan penayangan film produksi

amerika itu dihentikan.

Sebaliknya, Shinchan masih memamerkan keluguan dan kekurangajarannya setiap hari minggu pukul

09.30 di layar RCTI. Pengaruh negatif Shinchan akan lebih mudah menghinggapi anak - anak karena produksi

jepang itu ditayangkan dalam bahasa Indonesia.

Film animasi dari negeri Sakura membanjiri Indonesia bersamaan dengan kelahiran stasiun televisi

swasta. Itu diawalki sukses seruak Dora Emon (RCTI), yang versi bioskopnya kini diputar di Semarang.

Belasana judul film animasi buatan jepang pun segera menyerbu seperti Sailor Moon (ditayangkan Indosiar)

Ninja Boy (TPI) dan Pokemon (SCTV). Juga kartun-kartun Amerika seperti Tazmania, X-men, Big Guy and

Rusty serta serial kartun klasik tahun 70-an macam Scooby Doo, Popeye, Flinstone dan si burung pelatuk

Woody Woodpecker.

Untung, masih ada stasiun televisi menayangkan animasi boneka yang sarat muatan edukatif

yakni Teletubbies. Dari sisi manfaat bagi anak-anak, film produksi BBC Inggris itu sejajar dengan film

Boneka produk lokal yang dulu sangat digemari, Si Unyil , kini diproduksi ulang.



Penonton Dewasa

Satu hal yang perlu diingat adalah tidak semua film animasi khususnya untuk tayangan bioskop,

diproduksi untuk penonton anak - anak. Misalnya Titan AE dan Atlantis: the Lost Empire yang kini diputar

di beberapa bisokop di Jateng.

Demikian pula film Shrek, yang dalan 6 pekan pertama peredarannya di amerika meraup 216 Juta

dolar AS. Kisah tentang raksasa hijau yang hidup di daerah rawa itu sebagian adegannya terlalu

"keras" untuk penonton anak-anak.

Lembaga Sensor Film menetapkan ketiga film itu untuk penonton remaja. Kenyataannya memang

hanya penonton usia SLTP ke atas yang bisa memahami tema cerita ketiga film itu. Anak usia SD boleh

saja menonton tetapi harus didampingi orang tua. Selain karena anak-anak bakal keponthalan membaca teks

terjemahan, ketiga film itu juga sarat adegan-adegna kekerasan.

Pendampingan sangat penting agar anak-anak idak menafsirkan sendiri apa yang mereka lihat dilayar.

Sebagian besar bocah bakal keasyikan menyaksikan berbagai bentuk pesawat, senjata, dan adegan pertempuran

Tetapi yang masih dibawah lima tahun mungkin akan menangis karena takut melihat wajah seram dari sejumlah

tokoh dalam ketiga film tersebut.



Banjir VCD

Film animasi sudah lama merajai tayangan televisi. Namun kehadirannya di bioskop selalu diperhitungkan

sejak Steven Spielberg meraih sukses lewat film American Tail (1985). Di Amerika dan Eropa, Film American Tail, Shrek

Titan A,e dan atlantis menmbus 10 besar film terlaris selama beberapa pekan.

Film American Tail bercerita tentang keluarga tikus Mouskowizt asal rusia yang hijrah ke Amerika. Mereka

menyeberang Samudra Atlantik sebagai penumpang gelap dalam kapal imigran karena iming-iming di Amerika tak

ada kucing.

Itu merupakan satire tentang kemakmuran dan kedamaian di Amerika yang ternyata tak seindah yang

dipropagandakan. Tema semacam itu hanya bisa dipahami penonton dewasa. Namun anak-anak masih bisa menikmati

polah tingkah lucu kaum tikus.

Amblin Entertainment telah memproduksi sequel kisah American Tail hingga 3 seri. Film itu telah beredar

dalam bentuk VCD dengan harga sekitar Rp. 50.000/ Judul

Film animasi memang lebih banyak beredar dalam bentuk VCD. barangkali hal itu karena pemutaran film animasi

di bioskop belum mampu menyedot banyak penonton. Itu bukan masalah daya beli, melainkan karena masih sangat

jarang orang tua yang mau menyediakan waktu untuk menemani anak-anak nonton bioskop.

Karena itu VCD menjadi sarana yang dianggap paling praktis untuk memberikan hiburan bagi anak-anak.

Harga sewa per judul relaitf murah yakni 2500-4000, bergantung pada jumlah disc dan kualitas gambar, bahkan ada

rental yang berani melepas seharga 1500/Judul.

Jika ingin mengoleksi, harga jualnya juga tidak mahal Untuk yang orisinal, biasa disebut master harga jual

16000-60000/judul. yang bajakan bisa dibeli seharga 7000 -12000

Di tempat rental. tersedia puluhan judul film animasi baik produksi Jepang, Amerika maupun Indonesia.

Bukan hanya film yang pernah dan sedang ditayangkan di stasiun tv swasta, tetapi juga yang main di bioskop.

Animasi Jepang cukup mendominasi pasaran, antara lain serial Pokemon, Digimon dan DoraEmon

Film barat produksi walt disney masih merajai termasuk kartun klasik mickey mouse dan donald duck.

Produksi William Hanna dan joseph Barbera juga mudah ditemukan, seperti Tom & Jerry serta The Flinstone. Serial yang diangkat dari buku komik terkenal juga sangat banyak antara lain Tintin dan Asterix.

Diantara judul-judul itu yang paling menarik barangkali serial Lion King atau Raja Singa. Fabel tentang

sekelompok binatang ini beredar dalam bentuk VCD Bilingual.

Dengan memanfaatkan 2 sisi tracka udio dalam 1 disc film ini bisa dinikmati dalam bahasa Inggris dan

Indonesia. Caranya sangat mudah tinggal mengeklik R/L pada VCD player atau Remote Control.

Film besar yang cukup layak disajikan untuk anak-anak dirumah adalah Land Before Time. Film produksi

Steven Spielberg itu berkisah tentang sekelompok anak dinosaurus pemakan tumbuhan yang harus berjuang

melewati seleksi alam untuk mencapai Lembah besar, Tempat hidup terakhir binatang purba sebelum mereka

punah.

VCD animasi lokal juga cukup banyak dijual, umumnya mengangkat cerita rakyat dari berbagai daerah di Indonesia

antara lain Si Kancil, Timun Emas, Malin Kundang, Bawang Meraj & Bawang putih serta Ramayana.

Animasi produksi dalam Negeri sebenarnya tidak kalah dari buatan jepang, adegan animasi lokal jauh

lebih hidup, sebaliknya menonton animasi jepang tak ubahnya membuka halaman buku komik. Adegan yang

tersaji kurang dunamis, namun jepang lebih unggul dalam tata warna dan keragaman tema.

Dari segi teknik animasi dan keragaman tema, produk barat harus diakui yang paling unggul. Adegan-adegan yang disajikan berkesan sangat hidup. Tapi dari segi budaya tidak semua pas untuk anak-anak kita. Karena itu

para orang tua harus mau menyeleksi sebelum memutarnya untuk anak-anak dirumah.





komen langsung ke suara merdeka aja



Flash merupakan Software animasi yang hebat, kali ini saya akan mencoba membuat tutorial yang sederhana yaitu membuat animasi sederhana dengan permainan keyframe...
Ini berawal dari keisengan saya mengutak atik software ini, ya namanya juga baru belajar jadi maaf bila ada yang kurang jelas disini, hehehe...

Ok, mari kita coba mulai saja...

Langkah 1:

Buka Program Flash MX kamu

Lalu pilih new... Flash Document

Langkah 2:
Menentukan besarnya STAGE (coba pelajari dulu layout Flash agar lebih paham


Caranya:
1. Klik Size pada Properties

2. Akan Muncul Document Properties
   Atur dimensions:
   disini saya menggunakan 300 x 200 px
3. Tekan OK
Langkah 3 :



1. Tekan R pada keyboad lalu gambar kotak di Stage

2. Lakukan pewarnaan dengan menekan V pada keyboard dan klik kotak lalu pilih Fill yang ada tanda nomor 2 di gambar

3. Pilih warna disini saya menggunakan warna biru dongker dengan nilai hexadecimal #000066
Langkah 4


Tekan T pada keyboard untuk menggunakan Text Tool lalu ketik terserah namun disini saya mengetik huruf “"F”
Langkah 5

Lihat Kotak Timeline

Di situ kita akan bermain... ;P

Baiklah sekarang tekan F5 pada keyboard... hasilnya frame akan bertambah

hal ini untuk mengatur ritme dari animasi


OK tekan sebanyak 5 X
Hasilnya:



lalu Tekan F6 pada keyboard... hasilnya key Frame (untuk animasi) akan muncul

jika sudah tambahkan huruf pada stage




Ulangi Langkah 5 dan 6 (Terus tambahkan huruf sehingga membentuk tulisan FLASH


                                             tutorial Flash
                                             OK!!!

Untuk melihat hasilnya... berdoa dulu ya... Tekan CTRL + Enter

Hasilnya:



Flash animasi,,, Siapa takut!!!