Background

Background

Silahkan klik beberapa gambar di bawah ini

  • image1
  • image2
  • image3
  • image4
  • image2
  • image1
  • image4
  • image3
Tampilkan postingan dengan label erminologi komputer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label erminologi komputer. Tampilkan semua postingan

Pernahkah kalian mendengar sebuah situs LintasBerita.Com ataupun infoGue.com? Kedua situs itu disebut dengan Social Bookmarking. Social bookmarking adalah situs penyedia informasi kepada pengguna internet atau netter, dimana blogger / pemilik situs yang men-submit atau memasukkan artikel pada situsnya untuk dilihat dan dibaca pengunjung. Sebenarnya apa sih fungsi dari social bookmarking itu?

1. Meningkatkan Kualitas Page Artikel
Dengan mensubmit url blog kita ke situs social bookmarks, secara tidak langsung akan membuat url blog kita jadi lebih bagus kualitasnya, selain itu juga bisa menjadi backlink untuk artikel yang kita submit.

2. Meningkatkan Jumlah Visitor
Dengan memperkenalkan artikel kita kepada netter, bisa meningkatkan visitor blog kita.

3. Memudahkan Terindeks
Manfaat yang ketiga ini, bisa jadi solusi bagi anda yang punya blog tapi lambat terindex-nya. Semoga dengan Anda rajin submit url, mampu membuat artikel yang sudah anda publish jadi cepat terindeks Google maupun search engine yang lainnya.

Bagi yang ingin langsung mempraktekkan cara ini, bisa langsung menuju TKP:
Debuk (PR 4)
Info Gue (PR 4)
Kombes (PR 4)
Lintas Berita (PR 4)
Definisi (PR 3)
Disuka (PR 3)
Liputan Khusus (PR 3)
Situs Portal (PR 3)
Memburu (PR 2)
Indo Kami (PR 2)
Populerkan (PR 1)
Klik Site (PR 1)
Bagikan (PR 1)
Indeks Berita (PR 1)
Sekarung Info (PR 0)

Semoga saja ulasan kali ini membantu
Munculnya terminologi komputer sebenarnya berawal dari kebutuhan akan suatu alat yang dapat dijalankan secara otomatis, memiliki kemampuan untuk mengerjakan hal yang diinginkan. Perkembangan teknologi semikonduktor, dengan diawali penemuan transistor, telah membawa kepada kemajuan teknologi elektronika sampai saat ini Komputer


Bagian fungsional utama sebuah komputer adalah Central Processing Unit/Unit Pemroses Utama, Memori dan Sistem Input-Output. Disebut bagian fungsional karena ketiga komponen inilah yang membentuk sebuah komputer dengan fungsinya masing-masing. Lebih jauh mengenai fungsi ketiganya akan diterangkan pada bab berikutnya



Central Processing Unit/Unit Pemroses Utama

Mikroprosesor

Mikroprosesor adalah sebuah CPU yang dibangun dalam sebuah single chip semiconductor. Mikroprosesor terdiri dari kalkulator yang terbagi dalam register dan ALU dan sebuah pengkode serta unit pengontrol.



Dalam hubungan kerja dengan pulsa pembangkit berkala, (yaitu sebagai unit terpisah atau sebagai komponen yang terpadu dalam mikroprosesor) unit pengontrol menjamin urutan yang tepat dan urutan yang logis dari siklus yang berlangsung di dalam mikroprosesor, ditinjau dari sistem keseluruhannya

Dalam tinjauan praktis dan aplikasi yang umum contoh dari sebuah mikroprosesor adalah mikroprosesor 8080, 8086, prosesor intel 386, 486, pentium 100 Mhz, sampai dengan generasi terbaru, AMD, prosesor Motorola, prosesor Texas Instrument



Mikrokontroler

Sebuah mikroprosesor yang digabungkan dengan I/O dan memori (RAM/ROM) akan membentuk sebuah sistem mikrokomputer. Terilhami dengan CPU yang dapat dikonstruksi dalam sebuah single chip semiconductor, maka sebuah mikroprosesor, I/O dan memori dapat pula dibangun dalam level chip. Konstruksi ini menghasilkan Single Chip Microcomputer (SCM). SCM inilah yang disebut sebagai mikrokontroler



Mungkin akan timbul pertanyaan, apakah perbedaan antara mikrokomputer dengan mikrokontroler? Selain arsitekturnya, mikrokontroler jika dibandingkan dengan mikrokomputer seperti IBM PC adalah penggunaan I/O interface dan media penyimpanan yang berbeda. Dalam IBM PC media penyimpanan biasa menggunakan disket, maka pada mikrokontroler menggunakan EPROM sebagai media penyimpanan



Sedangkan perbedaan antara mikroprosesor dengan mikrokontroler sudah jelas. Dalam mikrokontroler, RAM serta I/O interface sudah masuk di dalamnya. Ini merupakan satu keuntungan lebih dari mikrokontroler.



Dalam Hal penggunaannya, sistem mikrokontroler lebih banyak dipakai pada aplikasi yang deterministik, artinya sistem ini dipakai untuk keperluan yang tertentu saja misalkan sebagai pengontrol PID pada instrumentasi industri, pengontrol komunikasi data pada sistem kontrol terdistribusi.