Background

Background

Silahkan klik beberapa gambar di bawah ini

  • image1
  • image2
  • image3
  • image4
  • image2
  • image1
  • image4
  • image3
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan

Salesman adalah profesi. Kata salesman terdiri dari dua suku kata, yakni ”Sales” dan ”Man”. Dalam arti harfiah dapat diartikan menjual dan manusia. Dalam terjemahan bebasnya dapat di artikan sebagai berikut : ”Orang yang menjual ” atau ”Orang yang berprofesi menjual ” atau ” Orang yang mempunyai keahlian menjual ”. Kalau orang tersebut tidak berhasil melakukan ”Penjualan atas produk yang dikelolanya” maka predikat  ”Salesman” tidak dapat kita sandang olehnya.

Tak banyak orang yang tertarik menjadi seorang salesman, karena masyarakat masih menganggap sebagai profesi yang kurang memiliki “gensi”. Namun sebenarnya bergensi atau tidaknya sebuah profesi sangat tergantung dari setiap person yang menjalaninya.  Begitu kita membukukan diri, bahwa profesi kita adalah ”Salesman”, maka seluruh kehidupan kita, kita ”Bhaktikan” kepada profesi ini. ”Salesman” adalah profesi yang ”Bernilai tinggi”. Tidak semua orang bisa dan mampu menjalankan dan menyenangi profesi ini. anya orang-orang yang mau belajar dan melatih dirinya secara terus menerus, melakukan perbaikan-perbaikan atas kelemahannya serta memiliki character pribadi khusus yang layak untuk menjalaninya.

Apabila dalam kinerjanya, secara nyata orang ini membuktikan dirinya betul-betul memperoleh ”Kesuksesan dalam menjual” atas produk-produk yang ditanganinya, maka orang ini berhak menyandang gelar baru, yakni ”Professional Salesman” 

Philosophy dasar kehidupan seorang ”salesmanship” dapat diringkaskan sbb :
Dia berkerja untuk profesinya. Tidak ada yang memerintah dan mengawasinya kecuali dirinya sendiri.
Kehidupannya penuh dengan kreativitas. Disetiap saat, selalu dituntut untuk membuat ide-ide  baru yang original.
Dalam berkarya untuk menggapai sukses, hidupnya penuh persaingan. Memenangkan persaingan adalah inti dari kehidupan seorang salesmanship
Tidak ada jam kerja yang Pasti. Jam kerjanya adalah Selama toko pelanggan masih buka, maka disitulah jam kerja seorang salesmanship
Kesehatan yang prima dan stamina yang tinggi adalah prasarat Physic yang harus dimiliki. Maka salesmanship Kan menjaganya dengan baik.
Tidak ada kata ”Gagal” dalam pemikirannya. Yang ada adalah Sukses dan Menang. Oleh karena itu salesmanship adalah pribadi yang Optimis dan pantang menyerah.
Keterampilan berkomunikasi yang baik dan asertive adalah mutlak. Dimulai dari: Menjadi pendengar yang baik, membangun keyakinan dengan olah bicara, menata intonasi suara, menerapkan gaya bahasa, menerapkan etika dan etiket berbicara, menyusun isi pembicaraan, mengatur waktu bicara adalah pengetahuan dan keterampilan yang mutlak harus dimiliki.
Mempunyai pengetahuan umum yang baik dan up-to date, lebih dari rata-rata orang.
mempunyai prinsip-prinsip  kehidupan yang baik dan teguh.
Haus akan ilmu pengetahuan dan keterampilan profesi.
Kinerja seorang salesmanship sangat ditentukan oleh visi dan misi yang ada dalam kehidupan pribadinya yang terwujud dalam integritas diri dan komitment pribadinya. Biasanya, semakin tinggi jam terbang seorang PS, maka level dan nilai proffesionalisasinya akan semakin menonjol. Hasil kerja seorang PS adalah perolehan Penjualan yang Profesional juga.

Seorang ”Salesman” boleh tidak setia kepada majikannya, atau perusahaan tempat dia berkarya, tetapi seorang ”Salesman” tidak boleh tidak setia kepada” Profesinya ”.

Penghasilan seorang  salesmanship bukan diperoleh dari gaji pokok bulannnya tetapi dari komisi dan incentive-incentive dari perolehan hasil penjualannya. Hal ini disebabkan karena adanya hukum profesional yang mengatakan bahwasannya, Proffesional itu menerima pendapatan atas ”Out-Come” / keluaran- keluaran dari level Profesionalnya. Seorang salesmanship sekali lagi, tanpa keberhasilan menjualnya, maka dia ”Tidak Layak” untuk menerima pendapatannya.
Menjelang malam, seorang pemuda sedang perjalanan pulang menuju rumahnya dengan mengendarai sepeda motor kesayangannya. Tidak jauh dihadapan tampak tiga orang berdiri di tepi jalan yang sedang sepi. Sepertinya mereka membutuhkan pertolongan segera, sebuah keluarga yang terdiri seorang bapak, ibu, dan seorang gadis. Terlihat lambaian tangan dari seorang si Bapak untuk menghentikan laju motor si Pemuda. Dengan segera si Pemuda itu berhenti dan mematikan sepeda motornya.


Pemuda itu pun bertanya pada keluarga itu, “Iya Pak, ada apa?“

“Tolong kami Nak, kami baru saja mengalami kecelakaan. Mobil kami tiba-tiba oleng dan harus mengeremnya. Akibatnya kami harus banting setir agar tidak menabrak pohon di depan. Sekarang ban mobil terperosok dalam lubang dan susah untuk diangkat. Kejadian ini menyebabkan putri kami satu-satunya mengalami luka-luka memar.” Jawab seorang bapak tadi dengan nada khawatir.

Setelah si Pemuda melihat ke arah putri Bapak tadi, betapa berbunga-bunganya hati si Pemuda melihat paras cantik wanita itu. Dalam hidupnya ini kali pertama terpesona dengan kecantikan seorang wanita, walaupun hanya sebentar saja. Sepertinya wanita itulah yang menjadi idaman hati yang selama ini ia cari.

“Penyakit istri saya kambuh akibat kejadian ini, dan harus segera dibawa ke rumah sakit. Jika tidak nyawa istri saya dalam bahaya.” Lanjut jawaban dari si Bapak dengan nada lebih khawatir. “Tolong kami Nak.”

Karena motor yang dimiliki si Pemuda hanya mampu membawa seorang penumpang, si Pemuda pun terdiam sejenak. Ia dihadapkan dengan beberapa pilihan yang harus diambil:

1. Menolong Bapak tadi untuk menaikkan mobilnya yang sejak tadi sulit untuk dilakukan agar kedua anggota keluarganya bisa segera dibawa ke rumah sakit.

2. Membawa putrinya ke rumah sakit karena dia adalah wanita yang akan menjadi pendamping hidupnya dengan bahagia sampai tua, yang mungkin bisa kehilangan kesempatan bertemu dengannya lagi.

3. Membawa si Ibu ke rumah sakit karena dia sedang dalam keadaan darurat yang membahayakan keselamatan nyawanya.

Masing-masing adalah pilihan kebaikan yang penting untuk dilakukan pada saat-saat genting. Jika salah sedikit dalam pengambilan keputusan itu, akan berakibat sangat serius. Akhirnya, diserahkanlah kunci motor si Pemuda kepada Bapak untuk membawa istrinya ke rumah sakit. Si Pemuda tetap tinggal di tempat untuk berusaha menaikkan mobil itu bersama dengan si Gadis sampai berhasil dilakukan. Ketiga pilihan pun berhasil diambilnya.

Beberapa bulan kemudian menikahlah Pemuda dan Gadis dengan sambutan senyuman hangat dari kedua mertua yang telah diselamatkan beberapa bulan lalu. Karena kebijaksanaan yang dimiliki si Pemuda tersebut, orang tua gadis itu memberikan kepercayaan untuk mengelola perusahaannya yang ternama di Kota Klaten. Pemuda dan Gadis itupun menjalani kehidupan rumah tangganya dengan bahagia sampai saat ini.

Pesan:

Kebijaksanaan adalah kemampuan untuk dapat melakukan semua kebaikan dalam hidup ini. Latihlah kebijaksanaan itu, maka dapatkanlah manfaat yang jauh lebih besar daripada melakukan satu kebaikan saja.
Seakan-akan sudah menjadi sebuah pemandangan yang lazim terjadi, baik di sekolah, perguruan tinggi, tempat kerja ataupun lainnya, dan seakan–akan hal ini adalah sesuatu yang diperbolehkan tanpa ada masalah apapun, yaitu tentang masalah campur bawurnya antara wanita dan laki-laki yang bukan mahromnya, yang dalam istilah syar’i disebut dengan ikhtilath. Saking biasanya maka seakan-akan hal ini adalah sesuatu yang diperbolehkan oleh syariat islam yang suci ini, sehingga:
“Tatkala ada yang mengingkarinya, justru banyak kaum muslimin yang malah mengingkari pengingkar tersebut.”
Dari sini, kami mengajak segenap kaum musimin untuk merenungkan kembali masalah ini, marilah kita menelaah firman-firman Robb kita dan sabda panutan kita Rosululloh Muhammad, sehingga teranglah dan jelaslah bagaimana sebenarnya hakekat campur bawur laki-laki dengan wanita yang bukan mahrom ini, dan kita tidak terkecoh dengan banyaknya orang yang melakukan, karena sudah ma’lum bersama bagi kita bahwa tidak semua yang dilakukan kebanyakan orang adalah sebuah kebenaran. Sebagaimana firman Nya :

وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ

“Jika engkau mengikuti kebanyakan manusia di muka bumi, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Alloh. Mereka tiada lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka , dan mereka tiada lain hanyalah berdusta (kepada Alloh).”
(QS. Al An’am : 116)
Tempat Wanita adalah Di Dalam Rumah

Diantara keagungan syariat islam adalah menempatkan segala sesuatu pada tempatnya yang sesuai. Ulama’ diperintah untuk menasehati dan menjawab pertanyaan ummat dengan ilmu, orang awam diperintah untuk bertanya dan belajar, Orang tua disuruh mendidik anaknya dengan baik, anak disuruh berbakti pada keduanya, Suami diwajibkan untuk membimbing istrinya pada jalan kebaikan sedang istri diwajibkan mentaatinya. Dan lain sebagianya. Begitu pula dengan hal dunia laki-laki dan wanita, maka islam menjadikan laki-laki diluar rumah untuk mencari nafkah bagi keluarganya, sebagaimana sabda Rosululloh :

ولهن عليكم رزقهن و كسوتهن بالمعروف

“Dan hak para istri atas kalian (suami) agar kalian memberi mereka nafkah dan pakaian dengan cara yang ma’ruf.”
(HR. Muslim 1218)

'di sisi lainnya, tempat wanita dijadikan di dalam rumah untuk mengurusi anak, mendidiknya, mempersiapkan keperluan suami serta urusan rumah tangga dan lainnya.

Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam menggambarkan hal ini dalam sabdanya yang mulia :

والمرأة راعية في بيت زوجها ومسؤولة عن رعيتها

"Dan wanita adalah pemimpin dirmah suaminya dan dia akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya.”
(HR. Bukhori 1/304 Muslim 3/1459)

Ada banyak ayat maupun hadits Rosululloh yang menunjukkan akan hal ini. Namun cukup saya sebutkan beberapa diantaranya, yaitu :

Firman Alloh Ta’ala :

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَ
“Dan hendaklah kalian tetap di rumah-rumah kalian dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu.”
(QS Al Ahzab : 33)

Juga sabda Rosululloh :

عن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه عن رسول الله صلى الله عليه و سلم قال : المرأة عورة , فإذا خرجت استشرفها الشيطان

Dari Abdulloh bin Mas’ud dari Rosululloh bersabda : “Wanita itu aurot, apabila dia keluar maka akan dibanggakan oleh setan.”
(HR. Turmudli 1173, berkata : Hasan Shohih ghorib, Ibnu Khuzaimah 3/95, Thobroni dalam Al Kabir 10015)

Rosululloh juga memberikan perintah kepada para wanita untuk sholat fardlu dirumah, meskipun dia tinggal di kota Madinah yang mana sholat di masjid Nabawi sama dengan 1000 sholat dimasjid lainnya selain masjidil haram.

عَنْ ِ أُمِّ حُمَيْدٍ السَّاعِدِية أَنَّهَا جَاءَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي أُحِبُّ الصَّلَاةَ مَعَكَ قَالَ قَدْ عَلِمْتُ أَنَّكِ تُحِبِّينَ الصَّلَاةَ مَعِي وَصَلَاتُكِ فِي بَيْتِكِ خَيْرٌ لَكِ مِنْ صَلَاتِكِ فِي حُجْرَتِكِ وَصَلَاتُكِ فِي حُجْرَتِكِ خَيْرٌ مِنْ صَلَاتِكِ فِي دَارِكِ وَصَلَاتُكِ فِي دَارِكِ خَيْرٌ لَكِ مِنْ صَلَاتِكِ فِي مَسْجِدِ قَوْمِكِ وَصَلَاتُكِ فِي مَسْجِدِ قَوْمِكِ خَيْرٌ لَكِ مِنْ صَلَاتِكِ فِي مَسْجِدِي

قَالَ فَأَمَرَتْ فَبُنِيَ لَهَا مَسْجِدٌ فِي أَقْصَى شَيْءٍ مِنْ بَيْتِهَا وَأَظْلَمِهِ فَكَانَتْ تُصَلِّي فِيهِ حَتَّى لَقِيَتْ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ

Dari Ummu Humaid As Sa’idiyah sesungguhnya beliau datang kepada Rosululloh, lalu berkata : “Wahai Rosululloh, sesunguhnya saya ingin sholat bersamamu.” Maka beliau menjawab : “Saya tahu bahwasannya kamu ingin sholat bersamaku, akan tetapi sholatmu dikamar yang khusus bagimu lebih baik daripada kamu sholat dibagian lain dari rumahmu, dan sholatmu di rumahmu lebih baik daripada kamu sholat di masid kampungmu, dan sholatmu dimasjid kampungmu lebih baik daripada kamu sholat di masjidku ini.”

lihat selengkapnya di
http://ahmadsabiq.com/2009/11/01/ikhtilath-dosa-besar-yang-mulia-diremehkan/